blog ini hanya pendapat pribadi.....mungkin terlalu subyektif tapi itu nyata terjadi yang saya alami...dan beberapa artikel yang tentunya hanya mengcopy paste dari beberapa sumber...karena saya bukan siapa siapa,sedang belajar agama......... thank you so much for visiting my web..wherever you are...baby...
me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habib. Tampilkan semua postingan
1 Jan 2018
29 Mei 2016
12 Mar 2016
28 Feb 2016
6 Feb 2016
MENGOBATI SUUDZON MENURUT HABIB UMAR BIN HAFIDZ
Mengobati Suudzon (Berprasangka Buruk)
Oleh : Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz
Suatu ketika ziarah Zanbal di pagi hari Jumat dengan beberapa sahabat dan guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz...
Ada salah satu murid bertanya kepada Guru Mulia Habib Umar.
Ya Habib apakah obat agar hati saya bersih dari Suudzon ?
Pertanyaan yang hebat dan butuh jawaban yg hebat pula meluas.
Habib Umar menatap wajah penanya dengan tersenyum sebagaimana adat beliau
Lalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat :
"Jangan engkau percaya"
(apa yang di ucapkan hatimu)
"Jangan engkau percaya"
(apa yang di ucapkan hatimu)
Subhanalloh kalimat yang sedikit itu apabila kita jabarkan akan menjadi hal yang panjang dan meluas.Itulah Taufiq Allah Ta'ala.
"Obat agar engkau tidak mudah berburuk sangka adalah memutar balik omongan hati".
Contoh jika ada orang yang berjalan di depanmu menuju mesjid dengan cara jalan yang sombong dan hatimu berkata :
"Orang ini pasti Riya ingin dilihat orang dan sombong".
"Orang ini pasti Riya ingin dilihat orang dan sombong".
Maka kau jangan percaya omongan tersebut lalu kau jawab dengan kebalikanya :
"Tidak orang ini pasti ikhlas dan ingin menjadi hamba yang baik".
Sadar...!!! prasangka buruk kita kepada orang belum tentu mewakili pandangannya Allah, dan kita gak akan jadi mulia dengan melontarkan prasangka buruk tersebut
Mari mulai bersihkan hati untuk senantiasa berbaik sangka terhadap siapapun agar diri kita selamat dari dosa dan murka Allaah SWT..aamiiin
Wallahu a'lam
Allahumma Sholli 'alaa Sayydina Muhammadin wa alihi wa shohbihi wasallim
15 Jan 2016
10 Jan 2016
9 Jan 2016
6 Jan 2016
1 Jan 2016
26 Des 2015
20 Des 2015
HABIB UMAR BIN HAFIDS
Qasidah Sang Guru Mulia Membuat Takjub GrandSyaikh
Ada dua hal yang ingin alfaqir sampaikan terkait menyambut bulan kelahiran Nabi Saw. Yang mana seluruh umat Muslimin di dunia mayoritas bergembira dan meluapkan kegembiraannya dengan semarak bershalawat kepada Nabi Saw. Walaupun begitu, masih ada saja yang mengatakan syirik terhadap sayir-syair pujian kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Saw.
a. Kunjungan Al-Habib Umar Bin Hafidz Ke Mesir, Keharumannya Telah Tercium”
Beberapa tahun yang lalu, al-Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Mesir. Dalam kunjungannya tersebut, beliau memnyempatkan untuk berziarah kepada seorang ulama Mesir yang cukup berpengaruh di negaranya. Beliau dikenal memiliki bashirah (pandangan hati yang tajam) walaupun mata beliau tidak bisa melihat (buta).
Ketika itu al-Habib Umar bin Hafidz ditemani oleh muridnya, al-Habib Ali al-Jufri, dan beberapa orang lainya. Sebelum mereka sampai ke tempat sang syaikh, sang syaikh lebih dulu tahu, beliau berkata: “Aku mencium bau harum dari ulama Hadhramaut.”
Tak lama kemudian, al-Habib Umar beserta rombongan pun datang. Al-Habib Umar pun mulai beramah tamah dengan syaikh tersebut.
Tatkala ziarah dirasa cukup, al-Habib Umar pun memerintahkan seorang munsyid dari rombongan beliau untuk melantunkan sebuah qasidah. Munsyid itu pun memilih untuk membawakan qasidah karya al-Habib Umar. Ternyata qasidah itu membuat sang syaikh ta’jub. Ketika qosidah telah selesai dilantunkan, sang syaikh langsung bertanya: “Qasidah ini karya siapa?”
Ketika munsyid itu hendak mengatakan bahwa qasidah itu adalah karya al-Habib Umar, ternyata al-Habib Umar mendahuluinya dengan berkata: “Ini adalah salah satu karya ulama Hadhramaut.” (jawaban ini menunjukkan ketawadhuan beliau).
Syaikh itu pun menanggapi jawaban itu: “Kalau sekiranya ulama itu masih hidup, maka dia berhak untuk didatangi oleh orang-orang dan orang-orang itu belajar kepadanya serta mengambil manfaat darinya. Kalau ulama itu telah meninggal, maka kuburannya berhak untuk diziarahi.”
Walaupun al-Habib Umar sering mendapatkan pujian seperti ini, beliau tidak pernah merasa bangga, buktinya beliau sering sekali menyempatkan waktunya untuk menziarahi para ulama yang telah sepuh di negara yang dikunjunginya. Maka, sudah sepatutnya bagi kita untuk mencintai para ulama dan kaum shalihin, karena kecintaan itu insya Allah akan memberikan kita manfaat di dunia dan akhirat kelak. Wallahu A’lam.
b. Sekilas Tentang Puji-pujian Kepada Nabi Saw. Syirik?
• Pertanyaan: “Apa pendapatmu tentang mendengarkan dan mendendangkan puji-pujian terhadap Nabi Saw.? Karena yang kudengar ada beberapa kalimatnya masuk ke dalam kategori syirik, wal’iyadzu billah.”
• Jawaban al-Habib Muhammad Assegaf: “Puji-pujian adalah obat baginya dan ungkapan luapan kerinduannya kepada Rasulullah Saw. Adapun hubungannya dengan syirik sungguh teramat jauh. Karena Rasulullah Saw. telah berhasil melenyapkannya dari umatnya. Lebih dari 150 sahabat Nabi Saw. suka (hoby) menyenandungkan syi’ir-syi’ir pujian kepada Rasulullah Saw. Adapun yang termasyhur diantara mereka adalah Sayyiduna Hasan bin Tsabit Ra. yang mana Rasulullah Saw. pernah mendoakannya atas perbuatannya itu dengan doa: “Ya Allah kuatkanlah ia dengan Ruh al-Quds (Jibril As.) (HR. Muslim).” Dan tak ada perbedaan pendapat sama sekali atas permasalahan ini.
Ada dua hal yang ingin alfaqir sampaikan terkait menyambut bulan kelahiran Nabi Saw. Yang mana seluruh umat Muslimin di dunia mayoritas bergembira dan meluapkan kegembiraannya dengan semarak bershalawat kepada Nabi Saw. Walaupun begitu, masih ada saja yang mengatakan syirik terhadap sayir-syair pujian kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Saw.
a. Kunjungan Al-Habib Umar Bin Hafidz Ke Mesir, Keharumannya Telah Tercium”
Beberapa tahun yang lalu, al-Habib Umar bin Hafidz berkunjung ke Mesir. Dalam kunjungannya tersebut, beliau memnyempatkan untuk berziarah kepada seorang ulama Mesir yang cukup berpengaruh di negaranya. Beliau dikenal memiliki bashirah (pandangan hati yang tajam) walaupun mata beliau tidak bisa melihat (buta).
Ketika itu al-Habib Umar bin Hafidz ditemani oleh muridnya, al-Habib Ali al-Jufri, dan beberapa orang lainya. Sebelum mereka sampai ke tempat sang syaikh, sang syaikh lebih dulu tahu, beliau berkata: “Aku mencium bau harum dari ulama Hadhramaut.”
Tak lama kemudian, al-Habib Umar beserta rombongan pun datang. Al-Habib Umar pun mulai beramah tamah dengan syaikh tersebut.
Tatkala ziarah dirasa cukup, al-Habib Umar pun memerintahkan seorang munsyid dari rombongan beliau untuk melantunkan sebuah qasidah. Munsyid itu pun memilih untuk membawakan qasidah karya al-Habib Umar. Ternyata qasidah itu membuat sang syaikh ta’jub. Ketika qosidah telah selesai dilantunkan, sang syaikh langsung bertanya: “Qasidah ini karya siapa?”
Ketika munsyid itu hendak mengatakan bahwa qasidah itu adalah karya al-Habib Umar, ternyata al-Habib Umar mendahuluinya dengan berkata: “Ini adalah salah satu karya ulama Hadhramaut.” (jawaban ini menunjukkan ketawadhuan beliau).
Syaikh itu pun menanggapi jawaban itu: “Kalau sekiranya ulama itu masih hidup, maka dia berhak untuk didatangi oleh orang-orang dan orang-orang itu belajar kepadanya serta mengambil manfaat darinya. Kalau ulama itu telah meninggal, maka kuburannya berhak untuk diziarahi.”
Walaupun al-Habib Umar sering mendapatkan pujian seperti ini, beliau tidak pernah merasa bangga, buktinya beliau sering sekali menyempatkan waktunya untuk menziarahi para ulama yang telah sepuh di negara yang dikunjunginya. Maka, sudah sepatutnya bagi kita untuk mencintai para ulama dan kaum shalihin, karena kecintaan itu insya Allah akan memberikan kita manfaat di dunia dan akhirat kelak. Wallahu A’lam.
b. Sekilas Tentang Puji-pujian Kepada Nabi Saw. Syirik?
• Pertanyaan: “Apa pendapatmu tentang mendengarkan dan mendendangkan puji-pujian terhadap Nabi Saw.? Karena yang kudengar ada beberapa kalimatnya masuk ke dalam kategori syirik, wal’iyadzu billah.”
• Jawaban al-Habib Muhammad Assegaf: “Puji-pujian adalah obat baginya dan ungkapan luapan kerinduannya kepada Rasulullah Saw. Adapun hubungannya dengan syirik sungguh teramat jauh. Karena Rasulullah Saw. telah berhasil melenyapkannya dari umatnya. Lebih dari 150 sahabat Nabi Saw. suka (hoby) menyenandungkan syi’ir-syi’ir pujian kepada Rasulullah Saw. Adapun yang termasyhur diantara mereka adalah Sayyiduna Hasan bin Tsabit Ra. yang mana Rasulullah Saw. pernah mendoakannya atas perbuatannya itu dengan doa: “Ya Allah kuatkanlah ia dengan Ruh al-Quds (Jibril As.) (HR. Muslim).” Dan tak ada perbedaan pendapat sama sekali atas permasalahan ini.
17 Des 2015
HABIB UMAR BIN HAFIDS SAID ..........
Bersungguhlah kalian dalam menyambut bulan robi'ul awwal dengan mendidik anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dengan baik, memberi semangat dan mendekatkan mereka dalam kebaikan...
Apabila tampak pada mereka perasaan sambung dengan kepribadian Nabi MUHAMMAD dan mencintainya maka kamu terjaga dari balak dan kamu terjaga dari malapetaka dan kehancuran yang merenggut satu persatu darinya, laki-laki maupun perempuan adalah merupakan ummat Nabi MUHAMMAD shollallahu alaihi wa sallam, akan terjerumus didalamnya orang yang telah berjalan dijalan itu, semoga ALLAH subhanahu wa ta'ala melindungi kita...
Yaa Robb jadikan kesadaran pada bulan ini untuk hati kami, jadikan sebuah cahaya dari cahaya-cahayamu yang menyinari dan menambah sinar sampai hari pertemuan.. wahai dzat yang paling berkasih sayang.
12 Des 2015
habib umar bin hafid
Termasuk hal yang menyebabkan sia-sia dalam kehidupan adalah bila seseorang tunduk pada syahwat dan hawa nafsunya atau karena campur tangan yang mempermainkan fikiran dan moralnya....
Akan selamat dari itu orang yang mendengarkan wahyu, ajaran-ajaran ALLAH dan penjelasan-penjelasan Nabi MUHAMMAD dengan baik serta menyinari batinnya dengan itu semua...
maka inilah yang disebut petunjuk ALLAH, dan ALLAH tidak berkenan menerima selain itu...
11 Des 2015
habib umar bin hafids...
Sang Guru Mulia disuatu kesempatan beliau berkata"Tidakkah engkau tahu bahwa Allah Swt memberikan kesenangan/kekayaan kepada orang yang DIA cintai dan juga kepada orang yang tidak DIA cintai...Tapi Allah Swt hanya memberi kenikmatan agama ini(islam) hanya kepada orang yang DIA cintai
mendidik anak menurut habib umar
coppas
Sang Guru Mulia Al Alima Al Allamah Al Musnd Al Habib Umar bin Hafidz.
{ Tentang Kiat Mendidik Anak }
{ Tentang Kiat Mendidik Anak }
Para ulama berkata, “Ajarilah anak-anak kalian rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sebelum rasa cinta kepada dunia
memasuki hati mereka.” Sebagian ulama membuat permisalan dengan lembah yang
bernama lembah ‘Aqron dan lembah Sar. Jika hujan turun maka air mengalir dari puncak gunung. Lembah ‘Aqron mengalirkan air yang asin dan tidak enak. Sehingga tanah yang dialiri air
tersebut menjadi tandus dan tak bisa digunakan untuk bercocok
tanam. Namun jika air yang mengalir melewati lembah Sar terlebih
dahulu, maka tanah menjadi gembur dan baik untuk bercocok
tanam. Begitu pula anak-anak kita jangan sampai kedahuluan air dari
lembah ‘aqron… Maknanya jangan sampai kedahuluan di telinga mereka perkataan yang buruk, caci maki, dan celaan sebelum
perkataan yang baik. Karena hal ini amat mempengaruhi hati
dan akal mereka. Habib Umar bercerita bahwa ia menemui beberapa keluarga di
negara Muslim yang menjaga anaknya hingga tak pernah
mendengar perkataan yang buruk sama sekali sejak kecil hingga
baligh… Di rumah, di jalan, sekolah, Masjid, bahkan pasar…
Sampai-sampai anak-anaknya tak boleh keluar ke masjid
kecuali bersama orang yang benar-benar bisa menjaga mereka. Sebagian lagi melarang anak-anaknya untuk masuk ke pasar
sama sekali. Padahal di pasar terdapat banyak ahli dzikir dan
hapal Alquran. Mereka khawatir anak-anaknya kedahuluan
mendengar perkataan yang buruk atau melihat sesuatu yang
dapat merusak tujuan mereka beribadah kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan kita…? Saat ini anak-anak kita
dididik di depan televisi hingga mempengaruhi cara hidupnya.
Hatinya asyik dengan suguhan acara televisi dan telinganya
senantiasa mendengar percakapan yang jauh dari syariat… Ayo,
kita didik anak-anak kita hingga tidaklah matanya kecuali
menatap wajah orang-orang soleh,telinganya mendengar Alquran, dst. Perkataan baik yang mereka dengar akan membawa hidayah ke
jalan yang Allah. Dan sebaliknya, perkataan yang buruk akan
membimbing mereka ke jalan yang dimurkai Allah. WALLAHU A’LAM Ya Allah berilah kami kekuatan dan taufik dalam mendidik
anak-anak kami…. Agar mereka senantiasa berada di jalan yang
Kau ridhoi… Amin….
memasuki hati mereka.” Sebagian ulama membuat permisalan dengan lembah yang
bernama lembah ‘Aqron dan lembah Sar. Jika hujan turun maka air mengalir dari puncak gunung. Lembah ‘Aqron mengalirkan air yang asin dan tidak enak. Sehingga tanah yang dialiri air
tersebut menjadi tandus dan tak bisa digunakan untuk bercocok
tanam. Namun jika air yang mengalir melewati lembah Sar terlebih
dahulu, maka tanah menjadi gembur dan baik untuk bercocok
tanam. Begitu pula anak-anak kita jangan sampai kedahuluan air dari
lembah ‘aqron… Maknanya jangan sampai kedahuluan di telinga mereka perkataan yang buruk, caci maki, dan celaan sebelum
perkataan yang baik. Karena hal ini amat mempengaruhi hati
dan akal mereka. Habib Umar bercerita bahwa ia menemui beberapa keluarga di
negara Muslim yang menjaga anaknya hingga tak pernah
mendengar perkataan yang buruk sama sekali sejak kecil hingga
baligh… Di rumah, di jalan, sekolah, Masjid, bahkan pasar…
Sampai-sampai anak-anaknya tak boleh keluar ke masjid
kecuali bersama orang yang benar-benar bisa menjaga mereka. Sebagian lagi melarang anak-anaknya untuk masuk ke pasar
sama sekali. Padahal di pasar terdapat banyak ahli dzikir dan
hapal Alquran. Mereka khawatir anak-anaknya kedahuluan
mendengar perkataan yang buruk atau melihat sesuatu yang
dapat merusak tujuan mereka beribadah kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan kita…? Saat ini anak-anak kita
dididik di depan televisi hingga mempengaruhi cara hidupnya.
Hatinya asyik dengan suguhan acara televisi dan telinganya
senantiasa mendengar percakapan yang jauh dari syariat… Ayo,
kita didik anak-anak kita hingga tidaklah matanya kecuali
menatap wajah orang-orang soleh,telinganya mendengar Alquran, dst. Perkataan baik yang mereka dengar akan membawa hidayah ke
jalan yang Allah. Dan sebaliknya, perkataan yang buruk akan
membimbing mereka ke jalan yang dimurkai Allah. WALLAHU A’LAM Ya Allah berilah kami kekuatan dan taufik dalam mendidik
anak-anak kami…. Agar mereka senantiasa berada di jalan yang
Kau ridhoi… Amin….
9 Des 2015
FATWA HABIB UMAR BIN HAFIDS
Habib Umar Bin Hafidz:
Dzikir untuk Anak atau keluarga:
Bagaimana kita mengobati anak atau keluarga yang tersesat (suka maksiat atau tidak taat pada Allah dan Rasulullah) serta keras kepala tidak mau menuruti nasehat orang lain/orang tua ?
Kita mendoakan mereka agar segera mau menerima hidayah dari Allah dengan cara banyak membaca ayat ini:
وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Wa aṣliḥ lī fī dhurrīyyatī innī tubtu ilayka wa innī min al-muslimīn
berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Al Ahqaf 15),
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwajinā wa dhurriyyatinā qurrata `ayun wa’ja’lnā lilmuttaqīn imamā
(Al Furqan 74. "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa").
=================================
Semoga bermanfaat
*** Silahkan men-Share/Bagikan, like, dan menandai teman-temannya di facebook, semoga kita semua termasuk dalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)
FATWA HABIB UMAR BIN HAFIDZ...
Habib Umar Bin Hafidz BSA Hafidzullaha'nhu:
Rabu terakhir bulan Safar
Banyak orang shaleh (Salafunnassholihin Ra) mengatakan bahwa pada hari Rabu Terakhir di bulan Safar, Allah Swt menurunkan cobaan dan kesengsaraan yang akan terjadi sepanjang tahun. Cobaan dan kesengsaraan ini tersebar dan dibagi kepada orang-orang tertentu. Orang-orang shaleh menyarankan agar membuat permohonan/doa tertentu dan melakukan tindakan/amalan kesalehan tertentu untuk mencari rahmat dan kemurahan Allah untuk menghindari cobaan atau kesusahan trsbt
Mereka menyarankan untuk sholat 4 rakaat di waktu setelah matahari terbit hingga tengah hari (dzuhur) dengan niat sholat duha, setiap rakaat setelah membaca alfatihah, lanjut dengan:
Rakaat 1 baca al kautsar 17x
Rakaat 2 baca al ikhlas 5x
Rakaat 3 baca al falaq 1x
Rakaat 4 baca an nas 1x
Selesai sholat baca doa (foto 1)
(Bismillāh Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm, wa salla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. {Allāhumma} yā shadīd al-quwā, wa yā shadīd al-miḥāl, yā ‘azīzu dhallat li ‘izzatika jamī‘ khalqik; ikfinī min jamī‘ khalqik, yā muḥsin, yā mujammil, yā mutafaḍḍil, yā mun‘im, yā mukrim - yā man la ilāha illā anta, bi raḥmatika yā arḥam ar-Rāḥimīn. {Allāhumma} bi sirri’l-Ḥasani wa akhīh, wa Jaddihi wa abīh, ikfinī sharra hadhā al-yawm wa mā yanzilu fīh, yā Kāfī. ﴾Fa sa yukfīkahumu Allāhu wa Huwa As-Sam‘ī ul-‘Alīm}. Wa ḥasbuna Allāhu wa na‘m al wakīl, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh Al-‘Alī, Al-‘Aẓīm. Wa ṣalla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam).
Boleh di tambahkan bacaan dari yasin ayat 58,
Salāmun qawlan min Rabbin Raḥīm (313x)
Dan terakhir berdoa dengan doa di (foto 2)
(Allāhumma ṣalli ‘ala Sayyidinā Muḥammadin ṣalātan tunjīnā bihā min jamī‘ al- ahwāli wa al-āfāt, wa taqḍī lanā bihā jamī‘ al-ḥājāt, wa tuṭahhirunā bihā min jamī‘ as-sayyī’āt, wa tarfa‘unā bihā a‘la ad-darajāt, wa tuballighunā bihā aqṣa al-ghāyāt, min jamī‘ al-khayrāt, fi al-ḥayāti wa ba‘d al mamāt. {Allahumma’ṣrif ‘annā sharra mā yanzilu min as-samā’ wa mā yakhruju min al-arḍ, innaka ‘ala kulli shayy’in qadīr. Wa ṣalla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam).
(mintakan dalam hati perlindungan dan kesehatan yang baik dari Allah Ta'Ala)
(Dari kitab Kanz al-Najāḥ w’al-Surūr oleh Shaykh `Abd al-Ḥamīd Quds)
Langganan:
Postingan (Atom)














