Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

4 Jun 2017

SEJARAH ANAK CUCU RASULULLAH DI NUSANTARA

Ijin Share Dari WA ðŸ˜Š
SEJARAH SINGKAT ANAK CUCU RASULULLAH ï·º DI NUSANTARA.
Keturunan Nabi Muhammad - Beliau Rasulullah ï·º dikaruniai 7 anak 3 laki-laki dan 4 prempuan, yaitu Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zaenab, Ruqoiyah, ummu kultsum, dan Fathimah Azzahra. Setiap keturunan berasal dari ayahnya, namun khusus untuk Keturunan Sayyidatuna Fathimah bersambung kepada Rasulullah merekalah keturunan Nabi Muhammad ï·º, sebagaimana dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: "setiap anak yg dilahirkan ibunya bernasab kepada ayahnya, kecuali anak-anak dari fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka" (HR.Imam Ahmad)
Sayyidatuna Fathimah dikarunia 2 orang putra yaitu Sayyidina Hasan dan Saayidina Husein, dari kedua
cucu Nabi ini lahir para anak cucuk Rasulullah yang hingga kini kita kenali dengan sebutan syarif, syarifah, Sayyid, dan Habib.
Keturunan dari Sayyidina Hasan, yaitu sering disebut dengan al-hasni hanya ada sedikit saja di indonesia.
Keturunan dari Sayyidina Husein, Sayyidina Husein wafat di Karbala, beliau mempunyai enam orang anak laki-laki dan 3 wanita, yaitu Ali Akbar, Ali Awsat, Ali Ashghar, Abdullah, Muhammad, Jakfar, Zainab, Sakinah dan Fathimah. Putra Sayyidina Husein keseluruhannya wafat terkecuali Al Awsat atau yang biasa dikenal dengan Nama Imam Ali Zainal 'Abidin, mempunyai putra bernama Muhammad Al-baqir, yang mempunyai Putra bernama Ja'far Ash-Shadiq yang menjadi Guru daripada Imam Hanafi, yang
kemudian Imam Hanafi ini memiliki murid Imam Maliki, lalu Imam Maliki memiliki murid Imam Syafi'i dan Imam
keturunan Alwi tetap lestari. Mereka menamakan diri dengan nama sesepuhnya Alwi, yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan kaum Sayyid Alawiyin.
Kepindahannya ke Hadramaut disebabkan karena kekuasaan diktator
berjalan di atas syariat Islam yang sebenarnya. Al-Imam al-Muhajir dan keturunannya berhasil menundukkan masyarakat Hadramaut yang memiliki faham khawarijme dengan akhlak dan pemahaman yang baik.
Para sayyid Alawiyin menyebarkan dakwah Islamnya di Asia Tenggara melalui dua jalan, pertama hijrah ke India kemudian pada tahap kedua dari India ke Asia Tenggara, atau langsung dari Hadramaut ke wilayah Asia Tenggara melalui pesisir India. Diantara yang hijrah ke India adalah syarif Abdullah bin Husein Bafaqih ke kota kanur dan menikahi anak menteri Abdul Wahab dan menjadi pembantunya sampai wafat. Lalu syarif Muhammad bin Abdullah Alaydrus yang terkenal di kota Surat dan Ahmadabad. Dia hijrah atas permintaan kakeknya syarif Syec
bin Abdullah Al-Aydrus. Begitu pula keluarga Abdul Malik yang diberi dengan gelar ‘Azhamat Khan’. Dari keluarga inilah asal-muasal keturunan penyebar Islam di Indonesia khususnya di Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Kemudian dari India, mereka melanjutkan dakwahnya ke Indonesia, yaitu melalui daerah pesisir utara Sumatera yang sekarang dikenal dengan propinsi Aceh.
Menurut Profesor Dr. Hamka, sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan Husain itu datang ke Indonesia, tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu lalu kepulauan Indonesia dan Filipina. Memang harus diakui banyak jasa-jasa dari mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini.
Penyebar Islam dan pembangun kerajaan islam di Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang diperanakkan di Aceh. Syarif kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam di Mindanau dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari
mereka telah menjadi anak negeri di mana mereka berdiam. Kebanyakan dari mereka menjadi ulama dan ada juga yang berdagang. Mereka datang dari Hadramaut dari keturunan Imam Isa al-Muhajir dan al-Faqih al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang kita banyak kenal dari mereka ialah dari keluarga As-Segaf, Al-Kaff, Al-Athas, Bin Syekh Abubakar, Al-Habsyi, Bafaqih, Al-Aydrus, Al-Haddad, Bin Smith, Jamalullail, Assiry, Al-Aidid, Al-Jufri, Bin Syahab, Al-Qadri, Albar, Al-Mussawa, Gathmir, Bin Aqil, Al-Hadi, Al-Zahir, Basyaiban, Ba’abud, Bin Yahya dan lain-lain.
Orang-orang dari Arab khususnya Hadramaut mulai datang secara masal ke Nusantara pada tahun-tahun terakhir diabad 18, sedangkan kedatangan mereka di pantai Malabar jauh lebih awal. Pemberhentian mereka yang pertama adalah di Aceh. Dari sana mereka lebih memilih pergi ke Palembang dan Pontianak. Orang-orang Arab mulai banyak menetap di Jawa setelah tahun 1820 Masehi, dan qabilah-qabilah mereka baru tiba di bagian Timur Nusantara pada kisaran tahun 1870 Masehi. Pendudukan Singapura oleh Inggris pada tahun 1819 Masehi dan kemajuan besar dalam bidang perdagangan membuat kota itu menggantikan kedudukan Aceh sebagai perhentian pertama dan titik pusat imigrasi bangsa-bangsa Arab. Semenjak pembangunan pelayaran kapal uap di antara Singapura dan Arab, Aceh sudah menjadi tidak penting lagi..
Salah Satu Contoh Dzuriyah Nabi Muhammad Saw
*Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad* bin Abdul Qadir Bin Ali bin Umar bin Segaf bin Muhammad bin Thoha bin Umar bin Thoha bin Umar Ash-shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman Assegaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shoibud Dark bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma'ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Aml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja'far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein bin Fatimah Az-Zahra binti RASULULLAH SAW
Nasabnya bersambung dan tercatat dgn tertib di Rabithah Alawiyah dan dapat dikonfirmasi melalui bene
#beberapa catatan internal mereka.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW bahwa hanya Nasab beliau yg akan bersambung sampai dengan hari kiamat

11 Des 2015

mendidik anak menurut habib umar

coppas
Sang Guru Mulia Al Alima Al Allamah Al Musnd Al Habib Umar bin Hafidz.
{ Tentang Kiat Mendidik Anak }
Para ulama berkata, “Ajarilah anak-anak kalian rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sebelum rasa cinta kepada dunia
memasuki hati mereka.” Sebagian ulama membuat permisalan dengan lembah yang
bernama lembah ‘Aqron dan lembah Sar. Jika hujan turun maka air mengalir dari puncak gunung. Lembah ‘Aqron mengalirkan air yang asin dan tidak enak. Sehingga tanah yang dialiri air
tersebut menjadi tandus dan tak bisa digunakan untuk bercocok
tanam. Namun jika air yang mengalir melewati lembah Sar terlebih
dahulu, maka tanah menjadi gembur dan baik untuk bercocok
tanam. Begitu pula anak-anak kita jangan sampai kedahuluan air dari
lembah ‘aqron… Maknanya jangan sampai kedahuluan di telinga mereka perkataan yang buruk, caci maki, dan celaan sebelum
perkataan yang baik. Karena hal ini amat mempengaruhi hati
dan akal mereka. Habib Umar bercerita bahwa ia menemui beberapa keluarga di
negara Muslim yang menjaga anaknya hingga tak pernah
mendengar perkataan yang buruk sama sekali sejak kecil hingga
baligh… Di rumah, di jalan, sekolah, Masjid, bahkan pasar…
Sampai-sampai anak-anaknya tak boleh keluar ke masjid
kecuali bersama orang yang benar-benar bisa menjaga mereka. Sebagian lagi melarang anak-anaknya untuk masuk ke pasar
sama sekali. Padahal di pasar terdapat banyak ahli dzikir dan
hapal Alquran. Mereka khawatir anak-anaknya kedahuluan
mendengar perkataan yang buruk atau melihat sesuatu yang
dapat merusak tujuan mereka beribadah kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan kita…? Saat ini anak-anak kita
dididik di depan televisi hingga mempengaruhi cara hidupnya.
Hatinya asyik dengan suguhan acara televisi dan telinganya
senantiasa mendengar percakapan yang jauh dari syariat… Ayo,
kita didik anak-anak kita hingga tidaklah matanya kecuali
menatap wajah orang-orang soleh,telinganya mendengar Alquran, dst. Perkataan baik yang mereka dengar akan membawa hidayah ke
jalan yang Allah. Dan sebaliknya, perkataan yang buruk akan
membimbing mereka ke jalan yang dimurkai Allah. WALLAHU A’LAM Ya Allah berilah kami kekuatan dan taufik dalam mendidik
anak-anak kami…. Agar mereka senantiasa berada di jalan yang
Kau ridhoi… Amin….