Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label BIN HAFIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIN HAFIDS. Tampilkan semua postingan

6 Feb 2016

MENGOBATI SUUDZON MENURUT HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Mengobati Suudzon (Berprasangka Buruk)
Oleh : Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz
Suatu ketika ziarah Zanbal di pagi hari Jumat dengan beberapa sahabat dan guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz...
Ada salah satu murid bertanya kepada Guru Mulia Habib Umar.
Ya Habib apakah obat agar hati saya bersih dari Suudzon ?
Pertanyaan yang hebat dan butuh jawaban yg hebat pula meluas.
Habib Umar menatap wajah penanya dengan tersenyum sebagaimana adat beliau
Lalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat :
"Jangan engkau percaya"
(apa yang di ucapkan hatimu)
Subhanalloh kalimat yang sedikit itu apabila kita jabarkan akan menjadi hal yang panjang dan meluas.Itulah Taufiq Allah Ta'ala.
"Obat agar engkau tidak mudah berburuk sangka adalah memutar balik omongan hati".
Contoh jika ada orang yang berjalan di depanmu menuju mesjid dengan cara jalan yang sombong dan hatimu berkata :
"Orang ini pasti Riya ingin dilihat orang dan sombong".
Maka kau jangan percaya omongan tersebut lalu kau jawab dengan kebalikanya :
"Tidak orang ini pasti ikhlas dan ingin menjadi hamba yang baik".
Sadar...!!! prasangka buruk kita kepada orang belum tentu mewakili pandangannya Allah, dan kita gak akan jadi mulia dengan melontarkan prasangka buruk tersebut
Mari mulai bersihkan hati untuk senantiasa berbaik sangka terhadap siapapun agar diri kita selamat dari dosa dan murka Allaah SWT..aamiiin
Wallahu a'lam
Allahumma Sholli 'alaa Sayydina Muhammadin wa alihi wa shohbihi wasallim

11 Des 2015

habib umar bin hafids...

Sang Guru Mulia disuatu kesempatan beliau berkata"Tidakkah engkau tahu bahwa Allah Swt memberikan kesenangan/kekayaan kepada orang yang DIA cintai dan juga kepada orang yang tidak DIA cintai...Tapi Allah Swt hanya memberi kenikmatan agama ini(islam) hanya kepada orang yang DIA cintai


9 Des 2015

FATWA HABIB UMAR BIN HAFIDS







Habib Umar Bin Hafidz:
Dzikir untuk Anak atau keluarga:
Bagaimana kita mengobati anak atau keluarga yang tersesat (suka maksiat atau tidak taat pada Allah dan Rasulullah) serta keras kepala tidak mau menuruti nasehat orang lain/orang tua ?
Kita mendoakan mereka agar segera mau menerima hidayah dari Allah dengan cara banyak membaca ayat ini:
وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Wa aṣliḥ lī fī dhurrīyyatī innī tubtu ilayka wa innī min al-muslimīn
berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Al Ahqaf 15),
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwajinā wa dhurriyyatinā qurrata `ayun wa’ja’lnā lilmuttaqīn imamā
(Al Furqan 74. "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa").
=================================
Semoga bermanfaat
*** Silahkan men-Share/Bagikan, like, dan menandai teman-temannya di facebook, semoga kita semua termasuk dalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)

FATWA HABIB UMAR BIN HAFIDZ...




Habib Umar Bin Hafidz BSA Hafidzullaha'nhu:
Rabu terakhir bulan Safar
Banyak orang shaleh (Salafunnassholihin Ra) mengatakan bahwa pada hari Rabu Terakhir di bulan Safar, Allah Swt menurunkan cobaan dan kesengsaraan yang akan terjadi sepanjang tahun. Cobaan dan kesengsaraan ini tersebar dan dibagi kepada orang-orang tertentu. Orang-orang shaleh menyarankan agar membuat permohonan/doa tertentu dan melakukan tindakan/amalan kesalehan tertentu untuk mencari rahmat dan kemurahan Allah untuk menghindari cobaan atau kesusahan trsbt
Mereka menyarankan untuk sholat 4 rakaat di waktu setelah matahari terbit hingga tengah hari (dzuhur) dengan niat sholat duha, setiap rakaat setelah membaca alfatihah, lanjut dengan:
Rakaat 1 baca al kautsar 17x
Rakaat 2 baca al ikhlas 5x
Rakaat 3 baca al falaq 1x
Rakaat 4 baca an nas 1x
Selesai sholat baca doa (foto 1)
(Bismillāh Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm, wa salla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. {Allāhumma} yā shadīd al-quwā, wa yā shadīd al-miḥāl, yā ‘azīzu dhallat li ‘izzatika jamī‘ khalqik; ikfinī min jamī‘ khalqik, yā muḥsin, yā mujammil, yā mutafaḍḍil, yā mun‘im, yā mukrim - yā man la ilāha illā anta, bi raḥmatika yā arḥam ar-Rāḥimīn. {Allāhumma} bi sirri’l-Ḥasani wa akhīh, wa Jaddihi wa abīh, ikfinī sharra hadhā al-yawm wa mā yanzilu fīh, yā Kāfī. ﴾Fa sa yukfīkahumu Allāhu wa Huwa As-Sam‘ī ul-‘Alīm}. Wa ḥasbuna Allāhu wa na‘m al wakīl, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh Al-‘Alī, Al-‘Aẓīm. Wa ṣalla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam).
Boleh di tambahkan bacaan dari yasin ayat 58,
Salāmun qawlan min Rabbin Raḥīm (313x)
Dan terakhir berdoa dengan doa di (foto 2)
(Allāhumma ṣalli ‘ala Sayyidinā Muḥammadin ṣalātan tunjīnā bihā min jamī‘ al- ahwāli wa al-āfāt, wa taqḍī lanā bihā jamī‘ al-ḥājāt, wa tuṭahhirunā bihā min jamī‘ as-sayyī’āt, wa tarfa‘unā bihā a‘la ad-darajāt, wa tuballighunā bihā aqṣa al-ghāyāt, min jamī‘ al-khayrāt, fi al-ḥayāti wa ba‘d al mamāt. {Allahumma’ṣrif ‘annā sharra mā yanzilu min as-samā’ wa mā yakhruju min al-arḍ, innaka ‘ala kulli shayy’in qadīr. Wa ṣalla Allāhu ta‘āla ‘ala Sayyidinā Muḥammadin wa ‘ala ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam).
(mintakan dalam hati perlindungan dan kesehatan yang baik dari Allah Ta'Ala)
(Dari kitab Kanz al-Najāḥ w’al-Surūr oleh Shaykh `Abd al-Ḥamīd Quds)