Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label maulid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maulid. Tampilkan semua postingan

9 Jan 2016

my story...........

beberapa waktu lalu di ardirejo kepanjen malang ada pengajian yang diadakan oleh sebuah majelis taklim, dan di akhir acara ada pengajiannya pula. meski bukan habaib atau kyai bersorban, isi ceramahnya mudah dicerna. menyinggung tetntang maulid, yang mencela keluarga nabi dan sahabat nabi, dan banyak lagi,juga termasuk fiqh dlln,pemahamannya luas. nggak bisa saya sebutkan satu persatu,kyai tsb bernama kyai azizi, kayaknya kyai kampung tapi orangnya seperti educated banget.salah satu yang menarik ucapannya adalah bahwa, YANG MASUK NERAKA ITU BUKAN BERARTI MEREKA YANG TIDAK PERCAYA KEPADA ALLAH,JUSTRU MEREKA ITU PERCAYA KEPADA ALLAH,DERAJATNYA DIATAS MALAIKAT,GURU MALAIKAT,YANG MENGAJARI MALAIKAT,DIA YG SELAMA 35 RIBU TAHUN BERSUJUD KEPADA ALLAH SWT,40 RIBU TAHUN MENJAGA SURGA ALLAH SWT.KESALAHAN FATAL YANG DIA LAKUKAN ADALAH KECIL,YAITU TIDAK MAU MENGAKUI EKSISTENSI NABI ADAM,MERASA PALING TINGGI DARIPADA ADAM YANG DICIPTAKAN DARI TANAH,,DIALAH IBLIS. apakah kita termasuk orang yang merasa bener sendiri dan menyalahkan orang lain yang tidak seperti kebiasaan kita dalam beribadah???. apakah kita merasa derajat kita lebih tinggi daripada penganut mazab lain???,
dia juga menyinggung maulid, mengibaratkan MARTABAK. bahan martabak seperti telur, tepung,bumbu,adalah halal adanya tapi kenapa ketika jadi martabak kok jadi haram dan diharamkan???.intinya, bacaan2 yang dibaca di acara maulid itu semuanya dianjurkan,misal bersolawat,dlln,itu dianjurkan.begitupula dengan tahlil,bacaan2 yang dibaca di acara tahlil juga tidak dilarang,tapi kenapa tahlilnya sendiri banyak dikecam sana sni?. kan aneh.padahal isi yang dibaca di acara tahlil juga tidak dilarang.MUNGKIN YANG NGGAK SUKA TAHLIL,BELUM TAHU APA YANG DIBACA DI ACARA TAHLILAN.....yang pasti bukan halelulah atau om swastiatu............. itu kata kyai tsb lho, bukan saya

30 Des 2015

WAHABI BUBARKAN MAULID.............





WAHABI LAPOR POLISI Wahabi: “Pak Polisi, di tempat saya ada
acara Maulidan. Tolong dibubarkan!”
Polisi: “Apakah di sana terjadi
perkelahian?” Wahabi: “Enggak Pak!”
Polisi: “Apakah di sana terjadi
pembunuhan?” Wahabi: “Enggak Pak!” Polisi: “Apakah di sana terjadi perjudian?”
Wahabi: “Enggak Pak!”
Polisi: “Apakah di sana terjadi pencurian?”
Wahabi: “Enggak Pak!”
Polisi: “Kalau di sana tidak terjadi apa-apa,
lalu atas dasar apa saya harus membubarkan Maulidan?” Wahabi: “Masalahnya Maulidan itu tidak ada
perintah dari Nabi!”
Polisi: “Oh begitu yah. Emmm apakah Nabi
memerintahkan kalian untuk membubarkan
Maulidan?”
Wahabi: “Enggak Pak!” Polisi: “Lalu kalian mau membubarkan
Maulidan atas perintah siapa?” Wahabi: “Kata pak ustadz saya Maulidan itu
bid’ah Pak, karena tidak ada perintahnya
dari Nabi!”
Polisi: “Kalau begitu, kamu juga bid’ah
dong. Karena membubarkan Maulid kan juga
tidak ada perintah dari Nabi?” Wahabi: “Saya ini anti bid’ah Pak. Jadi gak
mungkin saya melakukan bid’ah!” Polisi: “Lha tadi katanya kalau tidak ada
perintah dari Nabi berarti bid’ah.
Membubarkan Maulid kan tidak ada
perintahnya dari Nabi, berarti kan bid’ah.
Emangnya apa sih isi di dalam acara
Maulidan, kok kalian minta bubarkan? Kalian kan orang Islam.”
Wahabi: “Iya dong, kami orang Islam sejati
‘Penegak Sunnah Pembasmi Bid’ah’! Di
acara Maulid itu isinya membaca shalawat,
membaca al-Quran, mendengarkan
taushiyah, mendengarkan kisah Nabi dan makan bersama.” Polisi: “Lhoh, membaca shalawat kan ada
perintahnya. Membaca al-Quran kan ada
perintahnya. Mendengarkan taushyah kan
ada perintahnya. Mendengarkan kisah Nabi
kan baik untuk pengetahuan sejarah Islam.
Makan bersama juga baik untuk ukhuwah Islamiyah. Lalu apanya yang salah dan harus
dibubarkan?” Wahabi: “Masalahnya mereka itu berisik
sekali Pak. Telinga saya panas!”
Polisi: “Kamu ini ada-ada saja. Masa ngaku
Islam Penegak Sunnah, mendengar bacaan
shalawat, al-Quran, sejarah Nabi dan
taushiyah kok merasa terganggu dan kepanasan? Aneh sekali kamu.” Wahabi: “Tapi Pak...!?”
Polisi: “Sudah, gak usah pakai tapi-tapian.
Dari tadi kamu berisik terus. Ntar kamu
sendri yang tak bubarin!”
Sumber: Kiai Luky Hakim

24 Des 2015

manfaat maulid

Banyak sangat Hikmah dan Manfaat dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, antaranya adalah untuk mencegah adanya Nabi-Nabi palsu dan pengikut kesesatan di kemudian hari. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, akan tersyiar khabar kepada generasi saat ini dan yang akan datang, sehingga mereka tahu dan mengenal bahawa MUHAMMAD SAW adalah "Khotaman Nabiyyiin" (Nabi Terakhir), "Laa Nabiyya Ba'dah" (Tidak ada lagi Nabi selepasnya). Serta masih baaaaaaaaaaanyak lagi hikmah dan manfaat yang lain, dipersilakan kalau ada yang mau tambah lagi hikmah dan manfaat itu.Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad heart emotikon
—bersama Ikhwan Abu Royyan.



11 Des 2015

BUAT APA IKUT MAULID NABI

Jalan Tengah Maulid
Oleh: @jonru
Sekarang bukan bulan Rabiul Awal. Kok tumben ngomongin Maulid Nabi?
Hm, ini karena tadi pas shalat Jumat di masjid dekat rumah saya, sang khatib membahas peringatan Maulid.
Ya memang sih, khatib shalat Jumat membahas Maulid sudah sangat sering. Sudah biasa. Namun yang tadi itu SANGAT ISTIMEWA, sehingga saya bela-belain dibahas di fan page ini.
Biasanya nih, Maulid merupakan tema yang sangat sensitif di kalangan umat Islam. Ada yang pro, ada yang kontra. Kedua pihak sering bersiteru, sama-sama merasa paling benar. Dan "pertikaian" pun tak pernah berakhir.
Hal unik dari khutbah tadi siang adalah: Sang khatib berdiri di tengah-tengah. Dia mendukung yang pro, juga mendukung yang kontra. Sebuah sikap yang sangat bijaksana, membuat saya terkesima, dan jatuh simpati padanya.
Berikut poin-poin penting pada khutbah beliau (sayangnya, saya tidak tahu nama Sang Khatib):
1. Rasulullah tidak pernah memerintahkan umat Islam untuk memperingati Maulid, namun juga tidak pernah melarangnya.
2. Peringatan Maulid tidak pernah dilakukan di masa Rasulullah, sehingga memang tidak ada tuntunannya. Saat peringatan Maulid pertama kali diadakan, bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat umat islam yang mulai kendor karena kekalahan pada Perang Salib (wallahualam, saya belum mengecek kebenaran info ini).
3. Sayangnya, saat ini banyak umat Islam yang merayakan maulid sebatas seremonial belaka. Sebatas rutinitas belaka.
4. Indikator sukses tidaknya perayaan maulid bukan pada meriahnya acara, bukan pada keberhasilan mengundang ustadz kondang, dst.
Indikator suksesnya acara maulid adalah ketika kita semakin cinta kepada Rasulullah, semakin cinta pada sunnah-sunnahnya, semakin rajin mengamalkan sunah-sunnahnya.
Misalnya: Setelah merayakan maulid, kita yang awalnya tak pernah shalat jamaah di masjid, kini jadi rajin shalat jamaah di masjid.
Rasulullah mengajarkan kita untuk menyantuni anak yatim, minum sambil duduk, berbuat baik pada tetangga, menjenguk orang sakit, dan masih banyak sunnah-sunnah lainnya. Keberhasilan peringatan maulid adalah ketika kita dengan penuh kesadaran dan kecintaan mengamalkan semua sunnah tersebut.
* * *
Sedikit tambahan dari saya:
Dulu saya pernah menulis status tentang Maulid, ditulis dengan cara yang senetral mungkin. Tapi anehnya, banyak saudara-saudara kita yang pro maulid, mendebat saya dengan bahasa yang sangat kasar.
Jika Ada di antara teman-teman sekalian yang juga akan berbuat seperti itu di status ini, maka saya hanya ingin berkata satu hal:
"Anda sangat mendukung Maulid, berarti Anda sangat cinta pada Rasulullah. Anda sangat ingin menjalankan sunnah-sunnahnya. Apakah berkata dan berperilaku kasar merupakan bagian dari akhlak Rasulullah?"
Alangkah tragisnya jika kita rajin memperingati maulid, namun akhlak kita justru sangat jauh dari akhlak Rasulullah.
Mari kita renungkan itu baik-baik, ya.
Mari menjaga persatuan dan ukhuwah umat Islam. Jangan mau diadu-domba oleh mereka yang ingin menghancurkan Islam.
Jakarta, 11 Desember 2015