Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

11 Feb 2016

DOA HARI KHAMIS

Doa Hari Kamis
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Segala puji bagi Allah, Yang Mengusir Malam yang gelap dengan kodrat-Nya
Yang Menghadirkan Siang yang terang dengan rakhmat-Nya
Yang Menutupku dengan cahayaNya, dan membawa padaku nikmat-Nya
Ya Allah, sebagaimana telah Kau lestarikan aku di siang ini, lestarikan aku pada siang lain seperti ini
Sampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya
Jangan Kau celakakan aku hari ini dan hari yang lain malam atau siang
dengan perbuatan yang terlarang dan kelakuan yang tercela
Berikanlah padaku kebaikannya, dan kebaikan apa pun di dalamnya
Palingkan dariku kejelekannya dan kejelekan apa pun di dalamnya dan kejelekan apapun sesudahnya
Ya Allah, dengan perlindungan Islam, aku tawasul pada-Mu
dengan kemuliaan Al Qur’an, aku bersandar pada-Mu
dengan Muhammad al-Musthafa saw, aku mohon pertolongan-Mu
Ya Allah, berikan perlindungan padaku yang dengannya kuharapkan untuk mencapai hajatku, wahai Yang Terkasih dari segala yang mengasihi
Ya Allah, tetapkan bagiku pada hari Kamis, lima hal yang tak kan tercapai kecuali dengan kemurahanMu, yang tak kan tergapai kecuali dengan kenikmatanMu:
Keselamatan yang memperkuat ketaatan pada-Mu
Ibadah yang memastikan kelimpahan pahala-Mu
Keleluasaan lantaran rezeki yang halal
Kau tenteramkan aku di tempat ketakutan dengan perlindunganMu
Kau lindungi aku dari gundah-gulana dengan benteng-Mu.
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Jadikanlah tawasulku dengannya syafaat yang berguna di hari kiamah
Sungguh, Engkaulah Yang Terkasih dari segala yang mengasihi.
* Doa Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib RA, cucu Rasulullah saw.*
(kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

22 Des 2015

kenapa doa tidak langsung dikabulkan ?





Maulana Al Alim Al Allamah Al Arifbillah Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya
menjelaskan tentang sebuah rahasia (sirr) di balik setiap doa yang kita ucapkan. Kenapa doa yang sering kita lakukan terkadang atau bahkan kebanyakan tak kunjung terijabahi oleh Allah?
Bersyukurlah, karena itu pertanda amat sayangnya Allah kepada kita.
Allah Ta’ala berfirman:
ادعوني أستجب لكم
“Berdoalah padaKu (Allah) maka Aku (Allah) akan menerima kalian”.
Firman Allah tersebut merupakan dasar atau dalil perintah untuk kita berdoa kepada Allah. Lalu apakah doa yang kita panjatkan itu pasti diterima oleh Allah?
Doa kita diterima atau tidak itu hak Allah, tapi kita wajib untuk berdoa kepada Allah.
Selanjutnya, yang namanya menerima itu belum tentu mengijabahi. Kita berdoa pasti diterima, akan tetapi belum tentu diijabahi oleh Allah. Tidak semua diberikan atau diijabahi oleh Allah, dan Allah tidak mengijabahi doa itu termasuk bentuk kasih sayang atau rahmat Allah kepada hambaNya.
Doa pun dalam “astajib lakum” itu tetap ada syara’nya, sehingga tidak semua doa diijabahi. Contohnya kita berdoa menjadi Nabi, itu tidak akan diijabahi.
Doa itu ada yang diterima tetapi untuk memenuhi gudang akhirat, ibaratnya kita menabung sehingga tidak diijabahi di dunia. Ada juga doa yang diijabahi di dunia dan akhirat.
Allah Ta’ala itu mengabulkan doa melalui proses syar’an. Seperti begini, Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi pada umur 25, lalu umur 40 baru diangkat menjadi Rasul, umur 51 tahun baru diberi perintah shalat melalui isra’ mi’raj, dan ahkamul wudhu’ baru diajarkan di Madinah. Di sini, Nabi Muhammad saja masih diberi proses, tidak langsung.
Kalau kita berdoa lalu Allah tidak mengijabahi doa kita, kita harus bersyukur, berterima kasih pada Allah. Karena bisa jadi, Allah tidak mengijabahi doa kita itu karena kita belum siap menerima doa yang diijabahi oleh Allah, karena ada beberapa hal yang kita belum kuat.
Doa, amalan-amalan, hizib, puasa, melek (saharullayali) dan lain-lain itu untuk membersihkan hati dan menyucikan jiwa (tashfiyatul quluub wa tazkiyatun nafs), sehingga ada godaan di dalamnya, yaitu selalu terjadi perang batin.
Contoh: ada orang yang ngaji ke salah satu kiai yang terkenal kealimannya. Lalu orang tersebut timbul dalam hatinya rasa bangga karena bisa dekat dan ngaji kepada sang kiai sehingga merendahkan orang lain. Kalau sudah begitu, itu sebenarnya bala’ atau musibah bagi sang kiai tersebut.
Karenanya, kita harus bersyukur karena kita disayang oleh Allah Ta’ala dengan tidak diberi secara langsung, namun bertahap.
Habibana Mundzir bin Fuad al-Musawa menjelaskan perihal friman Allah Swt.:
“Mintalah kepadaKu akan Kujawab doa-doa kalian.”
Mungkin kita bertanya: “Bagaimana dengan doaku siang dan malam yang masih belum dikabulkan Allah?”
Pertanyaan seperti itu adalah karena ketidaktahuan kita bahwa Allah menjawab doa kita lebih daripada yang kita minta. Kita minta suatu hal misalnya tanpa kita sadari Allah mengangkat 100 musibah yang akan datang di hari esok. Doa kita hanya hal yang remeh saja tapi Allah Yang Maha Dermawan memberi lebih dari itu.

doa setelah subuh


12 Des 2015

HABIB UMAR : INI DOA MELUNASI HUTANG



DOA MUSTAJAB MELUNASI HUTANG PIUTANG
Doa : Selain hutang piutang,menghilangkan kegelisahan (galau) sedih dan
Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, dia tidak masuk surga sampai utangnya dilunasi.'"
(H.R. An-Nasa'i)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ما من أحد يدان دينا يعلم الله أنه يريد قضاءه إلا أداه الله عنه في الدنيا

"Tidaklah ada orang yang berutang, dan Allah mengetahui bahwa ia berniat melunasi utangnya, melainkan Allah akan melunasinya di dunia."
(H.R. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memohon perlindungan agar tidak terlilit utang. Di antara doa beliau,

اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأثَمِ وَالـمَـغْــرَمِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan utang.”

Dibawah ini adalah do’a Mustajab Melunasi Hutang Piutang.

” اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ “.

“Allahumma Ya Farijal Ham Kasyifal Gham Mujiba Da’watal Mudhthorriin Rahmanad Dunya Wal Akhirah Warahimahuma Anta Tarhamuniy Farhamniy Rahmatan Tughniniy Biha ‘Ar Rahmati Man Siwak”.

Sayyidina Abu Bakar berkata: Dulu aku ada hutang dan sebenarnya aku tidak suka berhutang, setelah aku membaca doa itu maka sebentar saja aku dikaruniakan Allah keuntungan/laba kemudian dapat membayar hutangku.

Sayyidatina ‘Aisyah berkata: Aku pernah berhutang dengan Sayyidatina Asma’ sebanyak beberapa dinar dan dirham dan aku malu setiap kali Asma melihatku, lantas aku mengamalkan doa itu, kemudian Allah memberikan karunia kepadaku berupa rezeki yang bukan merupakan dari harta warisan dan bukan juga dari sedekah maka aku dapat membayar utangku bahkan dengan doa itu aku dilimpahkan rezeki yang berlimpah.

Suatu hari Saidatina ‘Aisyah menceritakan bahwa ayahnya, Sayyidina Abu Bakar datang kepadanya (Aisyah) lantas Abu Bakar bertanya:

“Adakah engkau pernah mendengar bahwa Rasulullah mengingatkan do’a yang pernah baginda ajarkan kepadamu dahulu?” ‘Aisyah menjawab: Ya ada dan baginda juga menyebut bahawa do’a ini diajarkan oleh Nabi ‘Isa kepada sahabat-sahabatnya dan baginda menyebut: ” Dengan doa tersebut, Sekalipun seseorang itu mempunyai HUTANG setinggi gunung emas maka Allah akan selesaikan hutang itu darinya. kemudian baginda Nabi membaca doa tersebut”.

Wallahu A'laam bis shawab
(kitab Al Mustadrak & Kitab Ad Durrun Manthur oleh Imam as Sayutiy)

****
Please Like► Muhammad Elsaewad
=====
NOTES :
Dan Saudara-saudariku, yang selalu tag / menandai teman-temannya, berkomentar sopan di page ini, men-share/bagikan, dan Like, semoga termasuk dalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)
***
Klik Like-> Muhammad Elsaewad
Mutiara Muslimah
MADRASAH RASULULLAH

والله أعلم....