Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif
Tampilkan postingan dengan label NABI MUHAMMAD SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NABI MUHAMMAD SAW. Tampilkan semua postingan

12 Nov 2018

NABI MUHAMMAD ITU SOLUSI

NABI MUHAMMAD SAW ITU SOLUSI
tausiah HABIB YAHYA MUTAMAKKIL
di mesjid agung jamik SEMARANG
di acara majelis riyadlul jannah
10 nov 2018

18 Feb 2016

Kisah Kesabaran Nabi Muhammad SAW

Kisah Kesabaran Nabi Muhammad SAW
Ciri paling menonjol dalam kepribadian Rasulullah Saw yang multidimensi adalah budi pekertinya yang tiada bandingannya. Tak ada satu sisi pun dalam diri beliau tanpa budi pekerti yang luhur, sehingga kita tidak akan dapat menemukan dalam kehidupan beliau, sikap yang lebih berakhlak dari yang beliau lakukan. Pantaslah bila istri beliau, Aisyah ra berkata singkat saat menggambarkan akhlak Rasulullah, “Akhlak beliau adalah Alquran.”
“Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam : 4)
Salah satu sifat beliau yang menonjol adalah kesabarannya. Bukan kesabaran dalam kondisi biasa, termasuk kesabaran dalam medan pertempuran yang sangat menakutkan sekalipun. Sikap sabar beliau yang paling menonjol dalam perang terdahsyatnya adalah saat perang Uhud dan perang Khandaq. Pada hari kaum muslimin didera kekalahan, beliau tetap tegar tidak mundur sejengkalpun. Juga pada hari pengepungan pasukan sekutu terhadap kota Madinah yang membuat nafas kaum muslimin tersengal-sengal, tetapi beliau tetap memiliki harapan untuk menang.
Imam Muslim meriwayatkan, “Rasulullah Saw berperang hanya ditemani tujuh orang Anshar dan dua orang Quraisy dalam perang Uhud.”
Saat perang Uhud, kaum musyrikin mampu menerobos dan mendekati Rasulullah saw. Salah seorang dari mereka bahkan melempari beliau dengan batu yang membuat hidung dan dagu beliau pecah, muka beliau robek hingga mengucurkan darah. Tak cukup sampai disini, kemudian tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad telah terbunuh. Maka kaum Muslimin terpecah-pecah, sebagian masuk Madinah dan sebagian lari ke atas gunung. Para sahabat bingung, tak tahu apa yang harus diperbuat. Rasulullah Saw memasang anak panah dan memberikannya pada Sa’ad bin Abi Waqhash dan mengatakan,“Tembakkan, jaminanmu adalah ayah dan ibuku.” Abu Thalhah Al Anshari adalah seorang pemanah yang jitu dalam menembak sasaranya, ia bertarung habis-habisan membela Rasulullah Saw, jika ia memanah, Rasulullah Saw menampakkan dirinya melihat dimana anak panahnya mengenai sasaran.
Di saat yang sulit ini, ketika umat Islam lari bercerai-berai tidak ada yang menemani Rasulullah Saw, kecuali jumlah yang sedikit ini. Rasulullah Saw tetap tegar memimpin peperangan yang paling mengharukan antara tiga ribu pasukan kafir Quraisy melawan Rasulullah dan beberapa orang saja yang menyertainya. Beliau tidak mau menyerah kalah, tetapi bersikeras bersama orang-orang yang menyertainya bertempur habis-habisan, sampai kaum musyrikin melihat bahwa kerugian mereka lebih besar dari pada keuntunganya, sampai akhirnya lari meninggalkan Nabi Saw dan pengikutnya. Jangan kita lupakan bahwa kabar terbunuhnya Muhammad sudah tersiar, dan Rasulullah Saw meminta orang-orang yang mengetahui keberadaan beliau untuk tidak menolak kabar itu, agar jangan sampai membuat kafir Quraisyi mengurungkan niat meninggalkan pertempuran. Beliau tetap bersabar dalam posisi yang paling sulit dan tidak keluar dari komando tempur yang sempurna.
Sementara pada saat perang Khandaq, Madinah dikepung dengan sangat ketat, dalam waktu yang lama yang membuat kaum muslimin berada dalam posisi aman sulit sehingga mereka tidak mengenal tidur dan istirahat berhari-hari. Pasukan Ahzab menyerang mereka dari titik yang lemah. Kaum muslimin bergerak sambung-menyambung dari tempat satu ke tempat lain untuk menghindari serangan mendadak dan kaum muslimin merasa letih sebagaimana disifati Allah Swt,
"(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. (al-Ahzab: 10-11)"
Dalam situasi yang sedemikian sulit tiba-tiba Bani Quraizhah yang berada di dalam Madinah memutuskan perjanjian dengan Rasulullah Saw dan mengumumkan perang. Saat itu kaum muslimin semuanya terancam jiwanya, anak istri mereka terancam ditawan. Kesabaran yang bagaimana yang diperlukan seorang pemimpin dalam situasi dan kondisi yang sangat mencekam itu?. Rasulullah Saw menyamar dengan pakaiannya, terlentang dan diam lama. Jika umat Islam diserang kekhawatiran, dan posisi mereka diujung tanduk, beliau segera bangkit dan meniupkan harapan dan menumbuhkan semangat mereka. Beliau bersabda, ”Bergembiralah dan tunggulah dengan kemenangan dan dari pertolongan Allah.” Bahaya yang ada di depan mata dan situasi yang mencekam tidak berpengaruh sedikitpun pada jiwa sang Pemimpin Agung, bahkan yang ada dalam jiwanya adalah kesabaran yang tumbuh di atas kesabaran. Wallahu a’lam bisshowab.
Semoga kisah Rasulullah SAW selalu dapat menjadi suri tauladan bagi kita untuk dapat bersabar walau dalam keadaan sesulit apapun. Karena dibalik keadaan sulit tersebut, disitulah terdapat pertolongan Allah SWT.
Shollu'alan Nabii Muhammad...!

20 Des 2015

DENGAN SOLAWAT PADA NABI MUHAMMAD SAW AZAB KUBUR BERHENTI

DENGAN SOLAWAT 
PADA NABI MUHAMMAD SAW AZAB KUBUR BERHENTI
Dimajlis habib hasan bin jafar assegaf menceritakan bahwa azab Allah itu ada dan sangat menyakitkan sebagaimana wanita yg mengadu kepa imam hasan al-AIBasri dalam kisah nyata ini sebagai berikut..
Seorang wanita datang kepada Sayyidina al Imam Hasan Al-Basri (rahimahullah) dan berkata,
"Putriku telah meninggal dan sekarang aku ingin sekali melihat dia didalam mimpiku".
Sayyidina Hasan (rahimahullah) mengatakan,
"Lakukanlah sholat empat rakaat Nafl setelah sholat Isya dan di setiap rakaat membaca Surah At-Takasur. Lalu pergi tidur sambil membaca Salawaat pada Rasulallah ﷺ sampai Anda tertidur, in syaa Allah bermanfaat".
Wanita itu melakukan apa yang disarankan dan kemudian kembali kepada Imam Hasan untuk meriwayatkan apa yang terjadi pada hari berikutnya. dia mengatakan,
'Aku bermimpi melihat putriku dalam keadaan yang buruk. dia mengenakan jubah kotor. Tangannya diikat dan ada rantai api di sekitar kakinya'.
Imam Hasan Al Basri (rahimahullah) memintanya untuk memberikan sadaqah atas nama puterinya dan berharap bahwa penderitaan putrinya akan berkurang. 
Malam berikutnya Imam Hasan (rahimahu Llah) sendiri bermimpi dimana dia berada di Jannah dan ada seorang gadis muda yang cantik di atas takhta mengenakan pakaian mewah. Gadis itu mengatakan kepadanya bahwa dia adalah putri dari wanita yang pernah mengunjunginya.
Imam Hasan (rahimahullah) mengatakan,
'Tapi ibumu mengatakan kepada ku bahwa dia melihat Anda dalam keadaan yang buruk'.
Gadis itu berkata,
"Memang apa yang dikatakannya ibu itu benar. Kami dan 70.000 arwah lainnya sempat menderita siksa kubur, sampai ada orang saleh datang melewati kami. dia membacakan salawat atas Rasulallah ﷺ yang pahalanya sengaja di limpahkan buat kami. Dan Allah menerimanya sedemikian rupa bahwa kami dibebaskan dari kesengsaraan dan apa yang Anda lihat sekarang adalah karena berkah dari sholawat itu..
– Al-Qawl Al-Badee : Imaam Shams Ad-Deen Sakhaawi, hal, 234-235.
اللَّهُمَّ يا اللهُ يا مُقَدِّمُ صَلِّ على عَبْدِكَ و حَبِيبِكَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ المُقَدَّمِ و على آلِهِ و صَحْبِهِ و سَلِّمْ تَسْلِيماً وقَدِّمْنِي بِهِ في مَرَاتِبِ العُبُودِيِّةِ و الطَّاعَ