Saya orang Batak, dan punya banyak saudara yang beragama Kristen atau Katholik. Bahkan paman dan bibi kandung saya beragama Kristen. Demikian pula sepupu saya, banyak yang Kristen.
Jadi jika selama ini banyak haters yang menuduh saya anti agama lain, hehehehe... Anda belum mengenal saya dengan baik. Bagaimana mungkin saya anti terhadap agama para saudara-saudara saya, yang masih punya hubungan darah dengan saya?
Nah, berikut saya jelaskan tentang MAKNA TOLERANSI yang benar. Tujuannya agar kita saling memahami, bukan untuk memecah belah antarkeyakinan. Jika saling memahami, maka yang namanya kerukunan hidup insya Allah akan sangat mudah terwujud.
* * *
TOLERANSI YANG BENAR:
Si A dan B berteman akrab. A seorang muslim dan B Kristen. Suatu hari mereka jalan bareng naik motor. Saat adzan Magrib tiba, A berkata pada B, "Sori Bro, kita berhenti dulu ya. Gue mau cari masjid dulu, mau shalat."
"Oke," Jawab si B. "Gue tunggu di luar ya."
"Oke!"
TOLERANSI YANG SALAH:
Si B ikut masuk ke masjid dan ikut shalat.
Si A ikut si B ke gereja untuk merayakan Natal.
Toleransi itu menghargai, membiarkan, mengizinkan. Toleransi itu bukan mengikuti.
Jadi sehubungan dengan perayaan Natal yang sebentar lagi tiba, maka toleransi yang baik adalah membiarkan dan menghargai teman-teman kita yang Kristen/Katholik memperingati Natal. Sebatas itu saja.
Tak perlu ikut-ikutan merayakan, tak perlu pakai topi santa, dan seterusnya. Jika itu dilakukan, maka itulah yang disebut KEBABLASAN.
Posting seperti ini sering disebut SARA, rasis, memecah belah kerukunan beragama. Padahal saya hanya berusaha menjelaskan konsep toleransi yang baik dan benar.
Kerukungan antarumat beragama insya Allah bisa tetap dijaga, walau kita berbeda-beda keyakinan.
Betul? coppas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar