Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif

17 Des 2015

BEBERAPA NASEHAT AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI



BEBERAPA NASEHAT AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI:

Banyak sekali ucapan Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.

Berikut ini Beberapa Nasehat Beliau:

1. Pelajarilah cara mengendalikan hawa nafsu. Pelajarilah adab. Tuntutlah ilmu, baik dari orang dewasa maupun kanak-kanak.

2. Jauhilah dengki dan iri hati. Ketahuilah kedua sifat ini dapat mencabut keberkatan ilmu.

3. Allah tidak mensyariatkan shalat berjamaah, shalat Jum’at, shalat ‘ied, kecuali kerana ada rahsia yang Allah letakkan dalam berkumpulnya manusia. Allah telah menjadikan untuk umat Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم saat-saat untuk berkumpul setiap tahun, setiap minggu dan setiap hari. Allah tidak mensyariatkan pertemuan-pertemuan itu dengan sia-sia. Allah mensyariatkannya, tidak lain kerana keistimewaan yang terdapat dalam setiap pertemuan.

4. Penghuni zaman ini hanya berlomba-lomba mencari dunia. Mereka hanya menyukai orang yang memiliki banyak harta, kedudukan yang tinggi dan kemasyhuran. Jika seseorang mempunyai anak yang pandai dalam urusan dunia dan seorang lagi anak yang pandai dalam ilmu agama, maka ia lebih menyayangi anak yang pandai dalam urusan dunia.

Manusia di zaman ini hendaknya menjaga cahaya imannya, kerena pergaulan dengan orang-orang yang diliputi kegelapan hanya akan menularkan kegelapannya.

5. Alangkah seringnya hati berbolak-balik. Jika kau berusaha hudhur di dalam shalat, dzikir atau tilawah, maka hatimu mengajakmu berkelana ketempat-tempat lain.

6. Di zaman ini tidak ada seorang pun yang mencari tabib bagi penyakit hatinya. Jika ada orang sakit kepala, ia akan segera berkata, “Ambilkan obat sakit kepala!” Jika ada yang sakit gigi, ia akan berkata, Ambilkan obat sakit gigi! Namun jika terkena penyakit hati, tidak ada yang berusaha mencari tabibnya [yakni Syaikh Mursyid yang dapat merawat penyakit-penyakit hati].

7. Hadirilah majelis-majelis ilmu dengan hati dan telinga yang mau mendengar. Keluarlah dari majlis itu dengan membawa faedah. Dan faedah majelis yang sebenarnya adalah mengamalkan apa yang telah kalian dengar.

8. Setiap orang hendaknya menujukan nasihat yang ia dengar untuk dirinya sendiri. Terimalah nasihat dengan senang dan hati yang lapang.

9. Wahai saudara-saudaraku, hati-hati telah menjadi kaku dan beku, tidak ada lagi bekas dan pengaruh dari Al Quran maupun nasihat para ulama yang selalu didengarnya. Sedang kita tidak tahu apa gerangan penyebab kekerasan hati itu. Ketahuilah bahwa penyebab terbesar dan yang paling dominan adalah kerana makanan yang kotor (syubhat atau haram) yang masuk ke perut kita, ketika ini banyak orang tidak mempedulikan dan bahkan tidak takut untuk jatuh pada keharaman. Mereka meremehkan masalah ini. Bagaimana mungkin nasihat dan peringatan yang disampaikan akan memberikan atsar (pengaruh) dan membekas di hati, sedangkan makanan yang dimakan adalah haram?

10. Berusahalah mencari pekerjaan dan makanan yang halal dan jauhilah keharaman. Dan ketahuilah bahwa kewara’an ini tidak hanya pada makanan saja tetapi mencakupi semua aspek pekerjaan kita.

11. Berbuat apapun, tetapi harus dilandasi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan. Jika masih ragu maka tinggalkanlah kerana dikhawatir akan terjerumus pada keharaman dan akibatnya pasti celaka.

12. Jika riwayat hidup kaum ‘arifin dibacakan kepada orang yang beriman, maka imanya kepada Allah akan semakin kukuh. Sebab, kehidupan mereka merupakan cerminan dari kitabullah yang didalamnya terkandung ilmu orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian atau refleksi dari hadits Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم atau dari pengetahuan yang ia terima langusng dari Nabi صلى الله عليه وآله وسلم tanpa perantara.

13. Berkata Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi:

“Tidak ada perkumpulan yang lebih indah dan dapat mengangkat kesulitan sebagaimana perkumpulan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Aalihi Wa Shohbihi Wa Sallam.
Inilah saat taubatmu wahai tukang maksiat apabila engkau ingin bertaubat
Inilah saat kembalimu wahai yang kabur dari rahmat Allah jika engkau ingin kembali kepadaNya
Sebab inilah perkumpulan yang tidak diragukan bahwa segala dosa diampuni oleh Allah”.

Kemudian beliau juga mengatakan:

“Inilah perkumpulan sejati, renungkanlah bahwa inilah sebaik-baiknya perkumpulan
Wahai hadirin dengarkan ucapanku dan lantunkan bersamaku
Setelah hari ini akan ditutup oleh Allah segala kekurangan kita
Setelah hari ini akan diampuni Allah segala dosa kita
Setalah hari ini Tuhan kita akan menerima taubat kita
Allah akan mengampuni dan menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita
Perkumpulan ini tidak ada semacamnya di kota Seywun dan diberbagai negeri
Bagaimana tidak? Hadir di dalam perkumpulan ini Al Mushthofa Muhammad dan keluarganya serta arwah para wali”.

=================================
Semoga bermanfaat

*** Silahkan men-Share/Bagikan, like, dan menandai teman-temannya di facebook, semoga kita semua termasuk dalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)   coppas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar