Blogger Widgets

me gif

me gif
me gif

17 Des 2015

Al Alim Al Allamah Al Arifbillah Al Muhaqqiq Al Faqih Al Habib Zein bin Semith(Mufti Medinah)





Al Alim Al Allamah Al Arifbillah Al Muhaqqiq Al Faqih Al Habib Zein bin Semith(Mufti Medinah)
Dalam kitab Al-Ajwibah Al-Ghaliyah fi Aqidah Firqah An-Najiyah menjelaskan bagaiamana agungnya nikmat Islam. Ia berkata, “Andaikan seorang hamba yang diberi usia yang panjang oleh Allah SWT bersembah sujud kepada Allah di atas bara api semenjak diciptakan dunia hingga berakhir, tidaklah hal itu dapat menunaikan hak nikmat Islam yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepadanya.”
Alhamdulillah, kita, umat Rasulullah SAW, diberi usia yang singkat untuk tidak banyak digunakan dalam maksiat. Kita diberi umur yang singkat, untuk dilebihkan dan dilipatgandakan amal ibadah kita.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berbuat satu kebajikan, akan mendapat sepuluh kali lipat kebajikan sepertinya.”
Ibadah di bulan-bulan biasa akan dilipatgandakan 10 kali lipat, di bulan Rajab 70 kali lipat, di bulan Sya`ban 700 kali lipat, dan di bulan Ramadhan diberi hadiah berupa kelipatan pahala yang sangat besar yang hanya Allah Yang Maha Mengetahui kelipatannya.
Di bulan Sya’ban yang agung ini, Nabi sangat banyak berpuasa. Aisyah RA pernah ditanya apakah Nabi berpuasa di bulan Sya`ban, ia menjawab, “Seakan-akan Nabi tidak pernah batal puasanya (selalu berpuasa).”
Kemudian ditanya lagi apakah Nabi pernah tidak berpuasa, ia menjawab, “Seakan-akan Nabi tidak pernah berpuasa di bulan ini.”
Maknanya, Nabi sangat mengagungkan bulan Sya`ban dengan memperbanyak puasa di dalamnya. Bila berpuasa, seakan-akan beliau tidak pernah meninggalkan satu hari pun, sehingga seakan-akan menjadi satu kewajiban bagi dirinya. Akan tetapi, bila tidak berpuasa, seolah-olah beliau sama sekali tidak berpuasa di bulan ini. Hal ini agar tidak menjadi kewajiban bagi umatnya.
Hendaklah kita mengisi hari-hari di bulan agung ini dengan memperbanyak puasa dan bershalawat kepada Nabi SAW. Rasulullah telah diberi keutamaan yang luar biasa yang tidak diberikan kepada makhluk sebelum ataupun sesudah beliau. Oleh sebab itu kita wajib bersyukur kepada Allah karena dijadikan umat Nabi Muhammad, karena para nabi sangat cemburu untuk bertemu Nabi Muhammad SAW, ingin menjadi umat beliau. Kita tidak pernah meminta atau merengek untuk menjadi umat Nabi, tapi kita telah dimuliakan dengan dijadikan sebagai umat Nabi. Maka kita harus menjaga kehormatan dan kemulian yang telah Allah berikan ini.
Allah berfirman, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti akan Aku tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian; tapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” – QS Ibrahim (14): 7.
Wallahu ‘alam bish showab, wal ‘afu minkum.



coppas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar