blog ini hanya pendapat pribadi.....mungkin terlalu subyektif tapi itu nyata terjadi yang saya alami...dan beberapa artikel yang tentunya hanya mengcopy paste dari beberapa sumber...karena saya bukan siapa siapa,sedang belajar agama......... thank you so much for visiting my web..wherever you are...baby...
me gif
me gif
29 Apr 2017
JIKA...............
Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap.
Kita malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.
Kita malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.
Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar.
Kita malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.
Kita malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.
Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki.
Kita bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.
Kita bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.
Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali.
Kita malah santai saja meski jumlah dusta sudah tak terhitung lagi.
Kita malah santai saja meski jumlah dusta sudah tak terhitung lagi.
Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan.
Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulut kita? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.
Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulut kita? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.
Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara.
Kita malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milik diri sendiri saja.
Kita malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milik diri sendiri saja.
Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga.
Kita malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.
Sudah begitu … pede pula meminta surga.
Astaghfirullah!
Kita malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.
Sudah begitu … pede pula meminta surga.
Astaghfirullah!
Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al-A’raf: 7: 23)
8 Apr 2017
Dilanda Penyakit Wahan / cinta dunia
Dilanda Penyakit Wahan
Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; "Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka". Maka salah seorang sahabat bertanya, "Apakah karena kami sedikit pada hari itu?" Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, "Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan'. Seorang sahabat bertanya: "Apakah 'wahan' itu, hai Rasulullah?". Rasulullah menjawab: "Cinta dunia dan takut mati". (HR. Abu Daud).
Keterangan :
Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebut. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggambarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Umat Islam walaupun mereka dalam jumlahnya banyak, yaitu 1000 juta 1/5 penduduk dunia), tetapi mereka sering menjadi tuduhan negatif dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, diinjak-injak, dibantai dan sebagainya.
Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeda agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Islam.
Sebenarnya, sebab kekalahan kaumMuslimin adalah dari dalam diri kaum Muslimin itu sendiri, yaitu adanya penyakit "wahan" yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang sering wujud dalam bentuk kembar dua, yaitu "cinta dunia" dan "takut mati". Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. "Cinta dunia" bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mau menyumbangkan harta di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala "Takut mati" bermakna senang dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persediaan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita berdoa semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, menurunkan pertolongan (nushrah)Nya kepada kaum muslimin dan memberikan kepada mereka kemenangan di dunia dan di akhirat.
7 Apr 2017
AMALAN YANG MEMBUAT ALLAH SENANG...
Assalammu'allaikum.....
Amal apakah yg membuat Allah senang dan bahagia...
Bukan karena Sholat mu saja...
Bukan karena Puasa mu saja....
Bukan karena Dzikir mu saja....
Bukan karena Baca AL-QUR'AN mu saja
Bukan karena Sholat mu saja...
Bukan karena Puasa mu saja....
Bukan karena Dzikir mu saja....
Bukan karena Baca AL-QUR'AN mu saja
Jangan ngkau bangga dengan banyak shalat, puasa, ngaji dan juga dzikir karena belum tentu membuat ALLAH SWT senang dan bahagia...
Sebab shalatmu itu hanya untukmu seorang diri karena dengan mengerjakan shalat, kau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar...
Sebab dzikirmu itu untukmu seorang diri karena dengan dzikirmu itu membuat hatimu jadi tenang dan damai...
Sebab puasamu itu untukmu seorang diri karena dengan kau berpuasa..kau melatih dirimu tuk memerangi hawa nafsu...
Sebab ngajimu itu untukmu seorang diri karena dengan kau mengaji...kau menerangi kuburmu sendiri...
Lalu selain ibadah itu ibadah apa yang membuat Allah bahagia dan senang....
Dengan bersodakoh...,infaq...,zakat...,menyantuni anak yatim membantu orang yg terkena musibah dan menjaga ahlaqul karimahmu...
Itulah salah satunya yg membuat Allah senang dan bahagia...
Itulah salah satunya yg membuat Allah senang dan bahagia...
" Seperti itu yang membuat ku bahagia karena tatkala kau membahagiakan orang yang lagi sulit dan di landa musibah...,aku muncul di sampingnya dan juga aku hendak mengubah dengan ganjaran 700 kali "
Nah......!
Oleh sebab itu kita jangan cuma sibuk dengan ibadah ritual dan juga bangga hingga kita lupa dengan bersodaqoh, infak, zakat, memuliakan anak yatim, banyak membantu orang sedang kesusahan dan menjaga ahklakul karimahmu...
Oleh sebab itu kita jangan cuma sibuk dengan ibadah ritual dan juga bangga hingga kita lupa dengan bersodaqoh, infak, zakat, memuliakan anak yatim, banyak membantu orang sedang kesusahan dan menjaga ahklakul karimahmu...
Sebab kalo hanya ibadah sholat, puasa, zikir, mengaji saja itu tandanya kita hanya menyayangi dan membahagiakan diri kita seorang diri bukan orang lain dan juga ALLAH..
tapi apabila kita beribadah untuk diri kita sendiri dan orang lain itu tandanya kita menyayangi ALLAH dan juga tentu ALLAH akan senang dan bahagia karenanya...
Ya Allah Ya rahman ya rahiim...
Jadikanlah hamba-hamba mu ini orang-orang yg selalu membuatmu senang dan bahagia dengan semua amal ibadah kita semua...
Aamiin Aamiin ya Allah ya robbal'allamin...
Aamiin Aamiin ya Allah ya robbal'allamin...
31 Mar 2017
ibuku....
*Ibu-ku menangis saat baca ini* :
Aku mempunyai pasangan hidup...
Aku mempunyai ibu...
Aku mempunyai ibu...
Saat senang aku cari pasanganku...
Saat sedih aku baru cari ibuku...
Saat sedih aku baru cari ibuku...
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku...
Saat gagal aku ceritakan pada ibuku...
Saat gagal aku ceritakan pada ibuku...
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku...
Saat sedih aku peluk erat ibuku...
Saat sedih aku peluk erat ibuku...
Saat liburan aku bawa pasanganku...
Saat aku BT aku mampir ke rumah ibuku...
Saat aku BT aku mampir ke rumah ibuku...
Selalu aku ingat pasanganku...
Selalu ibuku yg ingat aku...
Selalu ibuku yg ingat aku...
Setiap saat aku akan telpon pasanganku...
Kalau lagi inget baru aku akan telpon ibuku..
Kalau lagi inget baru aku akan telpon ibuku..
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku...
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibuku...
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibuku...
Renungkan teman....!!!
"Anakku, kalau kau sudah habis belajar dan berkerja, bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tdk minta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah.
Berderai air mata jika kita mendengarnya.....
Tapi kalau ibu sudah tiada..........kita baru merasakan kasih sayangnya
IBU......
AKU RINDU......
AKU RIIINDDUU......
SANGAT RINDUUUU....
AKU RINDU......
AKU RIIINDDUU......
SANGAT RINDUUUU....
Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya....
Berapa banyak yang sanggup melap muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya....
Berapa banyak yang sanggup melap muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya....
Jika kamu menyayangi ibumu "forward" kepada sahabat - sahabatmu...
Surga di telapak kaki Ibu... Ingat...!!!
Surga di telapak kaki Ibu... Ingat...!!!
Ibu adalah bidadariku
*Seorang ibu mampu merawat 10 anak,tapi 10 anak blm tentu mampu merawat seorang ibu*
LELAH YANG DISUKAI ALLAH
LELAH YANG DISUKAI ALLAH
Ada 8 kelelahan yang disukai Allah dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
(QS. At-Taubah;9:111)
(QS. At-Taubah;9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.Fussilat;41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.Al-Ankabut;29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. Luqman;31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal & bersedekah
(QS.Al-Munafiqun; 62:10)
(QS.Al-Munafiqun; 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga
(QS. At-Tahrim;66:6)
(QS. At-Tahrim;66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
(QS. Ali Imran; 3:79)
(QS. Ali Imran; 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
(QS.Al-Baqarah;2:155)
(QS.Al-Baqarah;2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wata'ala
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah.Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah bersabda:
“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Allah akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”.
(QS. An-Najm: 39-41).
(QS. An-Najm: 39-41).
Semoga lelah kita adalah lelah yang mendatangkan ridho Allah Ta'ala Aamiin yarabbalalamiin
30 Mar 2017
Kuliah Di Madinah, Sombongnya Maasya Allah..
Kuliah Di Madinah, Sombongnya Maasya Allah..
Ya, saya (Maaher At-Thuwailibi) bukan alumni LIPIA apalagi Alumni Madinah. bukan. “Gelar saya hanya S3”. yaitu SD, SMP & SMA. tapi saya bersyukur kepada Rabbul ‘Izzah, saya bisa di beri nikmat oleh Allah merasakan pahit-getirnya kehidupan dan cobaan mencari jati diri.
Kuliah di Universitas ternama dan belajar langsung dengan para Ulama, ternyata tidak berarti menjadikan seorang hamba rendah hati dan berlapang dada. Sebelumnya, saya ingin katakan: untung saya dulu tidak jadi kuliah ke Universitas Islam Muhammad Ibnu Sa’ud Arab Saudi. padahal, puluhan juta dari seorang dermawan mendonaturi saya dan saya tinggal berangkat pada waktu itu. tapi Allah gagalkan. Kalau jadi, mungkin saya bisa SOMBONG dan ANGKUH seperti Fir'aun. Dulu belajar di pesantren pun jauh dari paripurna, karena memang saya adalah MAKHLUQ ALLAH YANG PALING BERMASALAH & BERLUMUR DOSA. ALLAH maha tau dan memiliki hikmah dibalik setiap kegagalan usaha hamba-hamba-Nya di dunia. Biarlah Allah gagalkan saya di dunia, semoga kegagalan demi kegagalan ini menjadi pintu utama bagi saya menuju kesuksesan di akhirat kelak. karena dunia ini fana’, sedangkan akhirat itu baqa’.
Na'am. Saya tidak sempurna dan tidak pula paripurna. Hanya lulusan Madrasah Aliyah. Tapi saya bersyukur bisa mencicipi manisnya Ilmu lewat berbagai sarana yang Allah karuniakan, dan membagikan ilmu itu dengan keluarga & sanak saudara. Saya punya kenalan beberapa Mahasiswa Islam Madinah, bahkan saya kenal dengan seorang Doktor di mekkah, tapi walhamdulillah beliau-beliau itu tidak sombong seperti si Fulan yang satu ini (padahal masih kuliah dan itupun S1). Mereka tawadhu’ nya masya Allah, sangat rendah hati. Saya tidak pernah tuh di ajak diskusi (ditantang debat) oleh beliau-beliau ini; karena mereka sadar kalau saya ini bukan orang yang punya kredibelitas untuk di ajak debat sedangkan mereka kapasitas ilmunya sangat jauh diatas saya. Makanya saya ngga pernah di tantang debat. Malah diberi hadiah kitab-kitab saat saya ke madinah.
Saya punya guru namanya Ustad Dr. Rahendra Maya -semoga Allah memanjangkan umurnya- seorang ustad yang bergelar doktor dengan nilai mumtaz murtafi’ di sebuah Universitas islam lokal (bukan timur tengah). Belum pernah saya temukan seorang ustad alumni timur tengah yang ilmu, kecerdasan, dan wawasannya seperti beliau. Catat: beliau bukan alumni universitas timur tengah manapun. tapi tawadhu’nya maasya Allah. akhalqnya lebih tinggi dari ilmunya. Bertamu ke rumahnya, hampir tidak ada lemari & perabotan, isinya KITAB SEMUA....BUKU SEMUA.... yaa Rabb.. Wala nuzakki 'ala rabbi ahada..
Lha ini bocah bukunya baru beberapa bundel, kuliah pun masih S1 tapi gayanya setingi langit. kalau dia punya karya dan sedikit sumbangsih ilmiah yang bisa di nikmati orang banyak, masih mending, lah ini merendahkan orang dan meninggikan dirinya. Maasya Allah.
Lha ini bocah bukunya baru beberapa bundel, kuliah pun masih S1 tapi gayanya setingi langit. kalau dia punya karya dan sedikit sumbangsih ilmiah yang bisa di nikmati orang banyak, masih mending, lah ini merendahkan orang dan meninggikan dirinya. Maasya Allah.
Ya, kesombongan, ujub, bangga diri bisa menimpa siapa saja (TERMASUK SAYA). Tapi, kalau saya apa yang mau di sombongkan? Harta, ngga punya; hidup pun miskin rumah ngontrak; mobil nggak punya (ini serius apa adanya). Ilmu, ngga punya. (wong bukan alumni LIPIA atau Madinah). Bahasa Arab ngerti dikit-dikit ngga banyak lah....cuman dikit.... Ngga kayak anak-anak Alumni Madinah yang pinter-pinter itu. begitu juga hafalan Qur'an saya, belepotan. Istri, cuman satu. Apa yang mau di sombongkan coba ? Justru, sombong dan ujub itu berpotensi kuat menimpa orang-orang hebat yang kuliah di Universitas Islam Madinah, alumni kampus ternama, berguru dengan para Ulama, menyandang gelar mulai dari “Lc” sampai “MA”.
Saya mengikuti berbagai faedah ilmiah berupa tulisan dan muhadhoroh seorang Ustadz bernama Farid Nukman Hasan. beliau bukan alumni saudi arabia, hanya S1 Universitas Indonesia jurusan Sastra. tapi ilmu fiqih-nya luar biasa, tidak pernah bersikap congkak dan merendahkan sesama. Saya tidak berlebihan. Ini saya buktikan sendiri. Karena hampir tidak ada tulisannya yang terlewatkan oleh saya wallahu ‘alimu a’lam. Kenapa ia bisa demikian alim dan faqiih padahal latar belakangnya SD, SMP, SMA dan tidak pernah mengenyam pendidikan di timur tengah?
Kata Rasulullah:
من يريد الله به خيرا فيفقه في الدين....
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Allah akan faqihkan (fahamkan) dia dalam agama ini”.
Kesimpulan dari saya, semangat tanpa ilmu adalah kejahilan. Tapi ilmu yang tidak di topang dengan keikhlasan, juga akan melahirkan kerusakan. Jujur, saya lebih respek dan senang dengan anak-anak muda yang semangat beramal dan berjuang meninggikan syariat, mantan-mantan preman yang berkeinginan menjadi mujahid fii sabiilillah, gembel-gembel bertato yang menggalang dana untuk Palestina, daripada anak-anak kuliah berjubah mewah, tinggal di asrama dan apartement megah, makan enak sedemikian rupa dengan menikmati Reyal Saudi Arabia, tapi sombongnya luar biasa. Na'udzubillah. beramal tanpa ilmu, kejahilan yang tertolak. Namun ilmu yang melahirkan kesombongan, juga petaka yang berujung neraka. orang semangat tapi jahil, gampang ikhlas. sedangkan orang berilmu sulit membuat dirinya ikhlas. Kenapa? Karena kesombongan (kibr), ujub (bangga diri), itu akan senantiasa mengitari hatinya. Kalau ia kuat, setan tak akan mampu menjerumuskannya. Namun jika ia lemah, dia akan jatuh tersungkur. Semua itu Allah yang tau....dan itu akan di hisab.
Oleh karenanya, semoga Allah hindarkan kita (termasuk saya) dari satu penyakit hati yang membuat diri ini di sentuh api neraka. Kata Rasulullah:
لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر.
“Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada sekecil biji sawi kesombongan”.
Yang terakhir, nasehat buat diri saya sendiri. Orang berderet gelar dari S1 sampai S3 rata-rata jurusan syariah, atau jurusan tafsir, jurusan hadits, ushul fiqih, management, jurusan bahasa, sastra, budaya, statistika, filsafat, ekonomi, dll. Tapi ketahuilah, TIDAK ADA YANG NAMANYA JURUSAN TAWADHU’. TIDAK ADA YANG NAMANYA JURUSAN AKHLAQ.! Karena Akhlaq dan kerendahan hati (tawadhu’) hanya di miliki oleh mereka yang menyadari dirinya berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Wallahul Musta'an.
Hanya ini yang bisa saya goreskan sambil minum secangkir teh manis. Oh ya, just info: semua tulisan saya saya tulis di HP. bukan di computer. saya nulis semua artikel di HP. langsung nulis dan langsung jadi willahil hamd
😊
Nas’alullah al aafiyyah wa salaamah.
Doakan saya mati dalam keadaan husnul khotimah.
Doakan saya mati dalam keadaan husnul khotimah.
✒_____
Maaher At-Thuwailibi. coppas.
Maaher At-Thuwailibi. coppas.
Langganan:
Postingan (Atom)